Mamma Mia!


Sutradara: Phyllida Lloyd
Skenario: Catherine Johnson
Pemain: Meryl Streep, Pierce Brosnan, Collin Firth, dll.
Masa putar: 108 menit
Tahun: 2008

Hey, Anda generasi 80-an, tentu masih ingat dengan baik - seperti saya - grup band asal Swedia, ABBA. Grup yang terdiri dari 2 orang cowok dan 2 orang cewek blonde ini sempat sangat ngetop ke seantero jagat pada era 70 dan 80-an. Lagu-lagu mereka yang berirama pop selama kurun waktu itu sangat digemari oleh generasi muda dunia, tak terkecuali Indonesia. Keempat anggotanya, Benny Anderson, Bjorn Ulvaeus, Anni-Frid Lyngstad, dan Agnetha Faltskog ini menamakan kelompok band mereka ABBA yang merupakan singkatan nama keempatnya (Anni, Bjorn, Benny, Agnetha). Merentang waktu sepuluh tahun (1972-1982), lagu-lagu hits mereka bercokol di anak tangga teratas radio-radio di Eropa dan Amerika Serika. Sebagaimana grup band lainnya, ABBA juga melakukan tur ke seluruh dunia, membawakan tembang-tembang legendarisnya, seperti : "Dancing Queen", "Chiquitita", "Fernando", "Waterloo", "Ring Ring", "Mamma Mia", dan masih banyak lagi.

Pada 1997, untuk pertama kalinya digelar sebuah pentas musikal bertajuk Mamma Mia! yang kemudian mengilhami Chaterine Johnson untuk menuliskan naskah bagi versi layar lebarnya yang akhirnya tayang sepuluh tahun kemudian di bawah arahan sutradara kelahiran Inggris, Phyllida Christian Lloyd, dalam bentuk komedi musikal. Film yang dibintangi antara lain oleh aktris gaek peraih Oscar, Meryl Streep ini seluruhnya memuat 22 buah lagu kelompok band tersebut.

Cerita filmnya sendiri bukan tentang grup musik ABBA dan para personelnya. Kisahnya sederhana saja, ihwal seorang perempuan paruh baya, Donna Sheridan (Meryl Streep) yang pernah memiliki tiga orang kekasih di masa lalunya. Dari hubungan percintaan tersebut, Donna hamil dan melahirkan seorang putri cantik, Sophie (Amanda Seyfried). Celakanya, Donna tidak tahu persis oleh siapa dia hamil. Dengan kata lain, Donna tidak tahu siapa dari ketiga pria yang mencintainya yang berhak menjadi ayah kandung Sophie.

Sejatinya, Donna tak pernah mempersoalkan hal tersebut hingga tiba hari pernikahan Sophie. Putrinya yang baru berusia 20 tahun itu, telah secara diam-diam mengundang ketiga pria dari masa lalu Donna : Sam Carmichael (Pierce Brosnan), Harry Bright (Collin Firtf), dan Bill Anderson (Stellan Skarsgard). Tak urung, kemunculan tiba-tiba ketiga lelaki yang kini sudah sama-sama menua itu,mengejutkan Donna dan mengusik ketenangan hidupnya yang selama ini dia jalani berdua putrinya sebagai pengelola hotel di sebuah pulau cantik di Yunani. Donna bertambah pusing saat ketiga mantan pacarnya itu sama-sama mengaku sebagai ayah kandung Sophie.

Sebagai sebuah film komedi musikal, peran musik dan lagu di film ini bukan sekadar tempelan atau ilustrasi, tetapi menjadi salah satu unsur yang menyatu dalam cerita. Seperti opera, gitu loh. Lagu-lagu menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan film. Tentu saja seluruhnya merupakan lagu-lagu dari album ABBA yang, kerennya lagi, dinyanyikan oleh para pemainnya, termasuk Meryl Streep dan Pierce Brosnan. Hampir di sepanjang pertunjukan, saya beserta penonton di kiri-kanan saya, ikut bersenandung melantunkan lagu-lagu kenangan tersebut. Begitu juga penonton di kursi belakang saya. Ah, rasanya jadi seperti sedang bernostalgia 80-an :)

Sebagaimana biasa, Meryl Streep kali inipun menunjukkan kepaiawaian aktingnya sebagai Donna Sheridan. Ia menyanyi dan menari layaknya seorang "dancing queen", ratu di sebuah pesta dansa remaja. Demikian pula sang James Bond, Pierce Brosnan. Vokalnya yang berat, cocok-cocok saja dengan lagu "S.O.S" dan "I Do I Do I Do I Do".

Film komedi bermasa putar 108 menit ini, benar-benar menghibur. Selain lagu-lagunya yang sudah akrab di telinga, juga lantaran dialog dan adegan-adegannya, meski beberapa ada juga yang dipaksakan sehingga terjerumus jadi slapstick. Namun, secara keseluruhan, Mamma Mia! menyuguhkan sebuah komedi segar yang membangkitkan kembali kenangan masa remaja mereka yang pernah mengenal dengan intim lagu-lagu ABBA itu.

Sambil menuju pintu keluar, beberapa penonton, termasuk saya, lamat-lamat masih menyenandungkan "Dancing Queen" : You are the dancing queen, young and sweet, only seventeen......"

0 comments: